Kopma Unila

Energi Kreatif Gen Z Menginspirasi di Seminar Nasional dan Puncak Counfest 2025 Kopma Unila

Bandar Lampung – 27 September 2025. Gema semangat generasi muda menggema di Student Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) saat Koperasi Mahasiswa Universitas Lampung (Kopma Unila) menggelar Seminar Nasional dan Closing Counfest 2025. Kegiatan puncak ini menjadi klimaks dari rangkaian Coop Education Festival (Counfest), event tahunan terbesar Kopma Unila yang selalu dinantikan oleh mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Tahun ini, kegiatan mengangkat tema “Potensi Media Sosial: Peran Gen Z dalam Menciptakan Tren, Jurnalisme Warga, dan Inovasi Ekonomi Digital di Dunia Kreatif yang Terus Berkembang”, menggambarkan semangat baru generasi Z untuk berperan aktif di dunia digital dengan membawa nilai-nilai koperasi yang kolaboratif, mandiri, dan progresif.

Kurang lebih 200 peserta memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang penuh energi. Spanduk bertuliskan Counfest 2025 terpampang di belakang panggung, diiringi alunan musik pembuka dan tepuk tangan meriah saat para pembicara dan tamu undangan memasuki ruangan. Suasana terasa hangat sekaligus berwibawa yang menggambarkan kesungguhan Kopma Unila dalam mengedukasi generasi muda agar cakap digital dan berjiwa koperatif.

Kegiatan ini diawali oleh beberapa sambutan yaitu ada sambutan dari Dr. Neli Aida, S.E., M.Si., selaku Wakil Dekan FEB Unila sekaligus Pembina Koperasi Konsumen Mahasiswa Unila. Beliau menekankan bahwa digitalisasi adalah peluang besar bagi koperasi untuk beradaptasi dan tetap relevan dengan zaman.

Sambutan berikutnya datang dari Ibu Rahma Dewi Suryani, S.E., M.M., perwakilan dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung. Beliau mengapresiasi Kopma Unila atas konsistensinya menggelar kegiatan yang mempertemukan dunia akademik dengan gerakan koperasi praktis.

Kegiatan juga semakin berkesan dengan pemutaran video sambutan dari Bapak Henra Saragih, S.H., M.H., M.Kn., Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, yang menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam akselerasi koperasi digital.

Dipandu oleh Lathifa Puspita Ningrum, Ketua Umum Kopma Unila, seminar ini menghadirkan tiga pembicara dari latar belakang berbeda yang memberikan perspektif komprehensif tentang dunia digital dan peran koperasi di era modern.

Dendy F. Amin – Deputi Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung

Sebagai pembicara pertama, Dendy membahas “Potensi Media Sosial: Peluang dan Tantangan”, dengan menyoroti bagaimana platform digital menjadi alat strategis dalam memperluas literasi finansial dan membangun perilaku investasi yang sehat di kalangan anak muda. Berdasarkan data BEI, jumlah investor muda terus meningkat hingga 53,5% dari total investor nasional, menandakan potensi besar generasi Z dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Media sosial adalah ruang publik baru. Kalau dulu literasi keuangan hanya untuk kalangan tertentu, kini siapa pun bisa belajar investasi dari gawai mereka. Tantangannya tinggal bagaimana kita menyaring informasi dan bertindak bijak,” jelasnya.

Dion Wahyu Kusuma, M.Si. – Pemimpin Redaksi Lampung Geh

Selanjutnya, Dion membawakan materi “Peran Gen Z dan Jurnalisme Warga di Era Digital”. Ia mengingatkan peserta tentang tanggung jawab moral dalam memproduksi dan menyebarkan informasi di dunia maya. Dalam paparannya, Dion menyoroti rendahnya indeks literasi digital Indonesia yang baru mencapai skor 3,49 (kategori sedang) dan menjelaskan bagaimana framing media dan viralitas opini publik dapat memengaruhi cara masyarakat berpikir.

“Setiap unggahan punya konsekuensi sosial. Jadilah pengguna media sosial yang kritis, bukan hanya konsumen informasi. Gen Z harus menjadi garda depan melawan misinformasi,” tegas Dion dengan gaya khas jurnalis investigatifnya.

Sorotan utama acara adalah sesi ketiga yang dibawakan oleh Anindytha Arsa, seorang Public Speaker dan Edu-Content Creator yang dikenal luas di kalangan Gen Z sebagai influencer inspiratif di bidang edukasi digital. Dengan pembawaan yang hangat dan gaya komunikatif khasnya, Anindytha membuka sesi dengan pertanyaan sederhana namun menggugah:

“Apa yang kalian tahu tentang koperasi?”

Pertanyaan itu disambut hening sejenak sebelum peserta mulai berdiskusi. Dari situ, suasana seminar berubah menjadi interaktif, bukan sekadar penyampaian materi, melainkan percakapan dua arah antara pembicara dan audiens.

Dalam materinya, Anindytha menjelaskan bahwa koperasi memiliki akar sejarah panjang yang kuat, bahkan sejak 1896, ketika Raden Aria Wirjaatmadja memperkenalkan konsep simpan pinjam untuk membantu sesama pegawai negeri. Ia kemudian mengaitkannya dengan konteks masa kini, di mana nilai-nilai koperasi seperti gotong royong, kemandirian, dan solidaritas harus dihidupkan kembali melalui inovasi digital.

“Koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi. Ia adalah ruang kebersamaan yang bisa kita bawa ke dunia digital. Saat kalian membuat konten edukatif, membantu UMKM online, atau berkolaborasi di media sosial, kalian sebenarnya sudah menerapkan prinsip koperasi,” jelas Anindytha dengan penuh semangat.

Ia kemudian menyoroti pentingnya personal branding sebagai keterampilan dasar di era digital. Menurutnya, generasi muda perlu tahu cara mempresentasikan diri dengan autentik agar bisa bersaing dan berkontribusi di dunia digital.

“Bangunlah personal branding yang positif. Tunjukkan nilai dan keahlian unik kalian. Dunia tidak akan menunggu kita beradaptasi, maka kita harus bergerak sekarang,” ucapnya.

Dengan gaya presentasi yang enerjik, Anindytha juga memperkenalkan berbagai contoh Artificial Intelligence (AI) yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan pelajar, seperti ChatGPT, Pippit AI, dan Gemini AI, untuk menciptakan konten kreatif dan produktif. Ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat, sementara nilai-nilai kemanusiaan dan etika tetap harus menjadi kompas utama.

“Teknologi bisa menggantikan pekerjaan, tapi tidak bisa menggantikan empati dan kolaborasi. Itulah kekuatan yang membuat manusia terutama koperasi tetap relevan,” tuturnya disambut tepuk tangan panjang dari peserta.

Sesi Anindytha menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam acara ini. Banyak peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan, bahkan beberapa peserta memanfaatkan kesempatan untuk berbincang langsung dengannya setelah sesi berakhir. Kehadirannya menegaskan bahwa dunia digital dan dunia koperasi bukan dua hal yang terpisah namun keduanya justru bisa tumbuh bersama jika dihubungkan oleh semangat generasi muda.

Usai sesi seminar, acara dilanjutkan dengan Awarding yang menjadi puncak penantian seluruh peserta. Gemuruh tepuk tangan terdengar saat nama-nama juara diumumkan untuk setiap kategori lomba, mulai dari Lomba Cepat Tepat, Essay, Desain Poster, hingga Short Video.

Hasilnya, MAN 1 Metro keluar sebagai Juara Umum Counfest 2025 dengan total poin 375, menegaskan keunggulan mereka dalam berbagai kompetisi yang digelar.

Para pemenang menerima penghargaan secara simbolis di panggung utama, disertai sorotan lampu dan riuh ucapan selamat. Beberapa peserta bahkan tampak terharu, menandakan bahwa Counfest bukan hanya ajang lomba, tetapi ruang pembelajaran dan kebanggaan.

Counfest 2025 bukan sekadar festival tahunan, tetapi gerakan nyata untuk menumbuhkan kesadaran koperasi di era digital. Melalui seminar nasional yang inspiratif dan berbagai kompetisi inovatif, Kopma Unila berhasil membuktikan bahwa semangat “Lead the Creator Era with Gen Z Cooperative Energy” benar-benar hidup dalam diri para peserta.

Generasi muda tidak lagi hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta nilai yang membangun jembatan antara koperasi tradisional dan dunia digital yang penuh peluang. Dengan semangat gotong royong dan daya cipta tanpa batas, Counfest 2025 menjadi tonggak baru kebangkitan koperasi di kalangan Gen Z.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

slot gacor