Campina merupakan salah satu koperasi susu terbesar di Eropa yang dimiliki sekitar 8.000 peternak sapi perah, bukan saja yang bertempat tinggal di Belanda, tetapi juga di Jerman dan Belgia. Produknya seperti; susu segar, yoghurt, mentega, keju, kue, es cream dan sebagainya, dipasarkan luas ke lebih dari 100 negara, termasuk di Indonesia.
Keberasaan Koperasi Campina, memiliki tujuan memberi nilai tambah pada susu yang dipasok anggotanya. Kepedulian Koperasi Campina pada produk-produk yang sehat, bahkan sudah dimulai sejak pemeliharaan sapi-sapi oleh peternaknya, yang dipelihara di alam terbuka dan diberi makanan yang mereka sediakan sendiri, berupa rumput dan jagung, disamping juga kedele yang diimpor dari Amerika Selatan.
Produk-produk koperasi ini, sebagaimana telah disebutkan, selain menggunakan merek Campina (yang dikenal di banyak negara), juga dengan merek Lanliebe (untuk Jerman dan Austria) dan Mona (untuk negara Belanda). Selain dalam bentuk minuman dan makanan, Campina juga memproduksi bahan-bahan (ingredients) dari susu, baik untuk bahan makanan maupun untuk industri farmasi.
Proses produksinya yang amat memperhatikan faktor kesehatan, antara lain dengan mengupayakan muatan lemak yang sedikit mungkin atau dengan mengurangi kadar gula pada produknya tanpa mengurangi kelezatannya, menjadikan produk-produk Koperasi Campina amat digemari di berbagai negara sejak dari Amerika Serikat hingga Jepang, dari London hingga Moscow, bahkan di ibukota Russia ini, Campina mendirikan pabrik yoghurt yang produknya amat digemari di sana.
Awal Perkembangan hingga Sekarang
Keberadaan Koperasi Susu Campina yang sekarang sudah mendunia, dimulai pada 1892 saat pembentukan koperasi susu pertama”De Kempen”, mengambil nama suatu wilayah pedesaan dekat Eindhoven, Belanda Selatan. Koperasi susu ini kemudian merjer dengan koperasi-koperasi susu lain pada 1947 dengan nama “De Kempen Cooperatives Dairy Association” yang berbasis di Eindhoven.
Semenjak berakhirnya Perang Dunia II permintaan terhadap produk susu semakin besar, yang pada gilirannya mendorong pesatnya perkembangan Koperasi Susu Campina. Koperasi ini kemudian memasarkan produk-produk susunya dengan label Campina.
Pada 2007, anggota Campina mencapai jumlah 7.768 orang peternak sapi perah, sedangkan karyawannya berjumlah 6.814 orang. Dengan anggota peternak sebanyak itu dapat memasok susu sebanyak 3,4 miliar kg. dari keseluruhan susu yang diproses oleh Campina yaitu sebanyak 4,8 miliar kg. Partisipasi anggota juga termasuk dalam pengumpulan modal, sehingga modal sendiri Campina pada 2007 mencapai EUR 608 juta (1 Euro = Rp 14.600). Sementara jumlah neracanya, berkat penggabungan dengan koperasi-koperasi susu lain serta harga-harga yang meningkat hamper mencapai Euro 2,1 miliar, yang disahkan pada Rapat Anggota pada Mei 2008. Menurut versi Global 300 ICA, dengan volume usaha sebesar USD 4.226 juta (2005) dan asset sebesar USD 2.090 juta, Campina menduduki peringkat ke 53 dari 300 Koperasi Besar Dunia.
